Open trip to Krakatau

Setelah mencoba open trip ke Papandayan, berikutnya saya dan teman-teman mencoba untuk menyambangi Gunung Krakatau akhir Mei 2015. Untuk menuju kesana, kita harus nyebrang pulau, jadi meeting point paling strategisnya adalah di Pelabuhan Merak which is 7 hours away from Bandung during weekend. Berangkat hari Jumat jam 3 sore pake bus dari Leuwipanjang dan nyampe di tujuan sekitar jam 10 malem. What a long road….

Setelah semua berkumpul, barulah kita masuk kapal lewat tengah malem. Untuk pertama kalinya nyobain nyebrang pulau Jawa pake kapal besar, ternyata seru juga. Untung lagi sepi, ga kebayang kalo lagi musim mudik. Lagi sepi aja udah agak susah cari tempat duduk yang enak apalagi kalo lagi rame. Berhubung kebagian duduk di bagian yang terbuka dengan kondisi angin yang cukup ‘ngagelebug’, jadinya cuma bisa merem, bukan tidur beneran, dan berharap cepet sampe.

Setelah sampe di Pelabuhan Bakauheni sekitar subuh, dilanjut dengan perjalanan naik angkot yang dibooking khusus selama hampir 2 jam menuju dermaga Canti. Sebelum melanjutkan perjalanan pake perahu, kita sarapan dulu di pinggir dermaga. Semoga ga mabok laut yah, soalnya perjalanannya masih berjam-jam ke depan. Hiks. Perjuangan banget sih nih perjalanannya.

Jadwal hari itu kita akan mendatangi beberapa spot untuk snorkeling di area Gunung Krakatau. Mengingat perahu yang kita pake bukanlah speed boat, jadi jarak tempuh antara satu spot dengan spot lainnya cukup lama. Bisa sampe 1-2 jam sedangkan waktu yang disediakan buat snorkeling maksimal 1 jam. Kesimpulannya : tua dijalan! Hehe, belum lagi mesti berjuang menahan mual selama perjalanan. Angin laut plus gelombang air laut ternyata bukan kombinasi yang bagus untuk perut saya. Ga bisa tidur apalagi ngobrol sama temen. Bisanya cuma komat kamit “Please jangan muntah! hangin’ there, ocha!”, and it works!

20150530_090503

Spot snorkeling pertama lumayan bagus. Lupa namanya apa. Ga percuma berjam-jam di perahu. Sayangnya, ada grup open trip lainnya yang juga mengunjungi spot yang sama. Jadi agak crowded. #resikotripweekend. I always like snorkeling, liat ikan yang cantik-cantik yang lagi berenang kesana kemari walau hanya sebentar tapi sangat menghibur hati. Yang ga sukanya cuma perjuangan untuk bisa ketemu mereka, jauh…

Berlanjut di spot kedua yang juga cukup bagus. Tapi kita agak kurang beruntung karena anginnya lagi kenceng dan membuat air laut bergejolak  lebih dari biasanya, sangat tidak memungkinkan untuk kita snorkeling. Yang ada malah pusing kebawa gelombang air laut. So, kita memutuskan untuk lanjut ke perhentian selanjutnya. Kita ga sekedar holiday sambil foto-foto tapi kita juga menanam karang buatan dengan harapan mereka bisa tumbuh dan mempercantik biota laut yang udah ada.

Setelah agak puas main air, kita berlabuh di sebuah dermaga kecil di Pulau Sebesi dimana kita akan menginap malam itu. Tempat nginepnya berbentuk rumah warga dengan satu ruangan terbuka (muat untuk tidur 20 orang) dan 2 kamar mandi. Ga ada ruangan lain. Tentunya terpisah antara cewe dan cowo. Jangan bayangin tidur diatas spring bed yah, fasilitasnya bener-bener seadanya. Sesuai lah sama harga yang kita bayar (ga nyampe 500 ribu all in selama 2 hari). Makanan prasmanan juga sudah include di paket tour, tapi tetep aja abis makan melipir ke warung buat mesen indomie 🙂 Saat semua menyerbu warung at the same time disitulah chaos terjadi. Sabar-sabar aja ya nunggu pesenannya dateng.

IMG_8363
Dermaga Pulau Sebesi

Next day, we woke up early before dawn to watch sunrise from Mt. Krakatau. Tapi ga berhasil. Pas kita sampe, mataharinya udah keburu muncul dan naik perlahan. Then we have to get off the boat and climb the sand dunes. Ini lebih melelahkan ketimbang hiking di atas tanah. Dua langkah hiking di tanah sama dengan satu langkah hiking di pasir. Karena pasir yang kita injek akan bergerak mundur. Jadi nyampenya lebih lama. Padahal ujungnya udah jelas terlihat dari sejak kita mulai naik. Yang bikin perjuangannya lebih berat adalah matahari yang langsung nyorot tanpa ada filter pohon di sekitar. Kalo udah kaya gini, baru deh nyesel jarang olahraga, cape nya luar biasa!*lebay

IMG_8912

IMG_8944
the sand dunes
IMG_8995
We made it!

 

Setelah melewati gunung pasir dengan tingkat kemiringan yang cukup menguji keseimbangan badan, akhirnya sampe juga di atas. One of the way to celebrate it with taking lots of picture while we’re there. Setelah mati gaya dan mulai merasa lapar barulah kita bergegas turun.

Sampe di basecamp kita packing, makan siang dan bersiap-siap untuk kembali ke kota asal. Karena perjalanannya agak jauh and we definitely need some time to rest before Monday so we have to move faster. Naik perahu, naik angkot, nyebrang pulau (lagi-lagi kita kesulitan untuk dapet spot yang nyaman di dalam kapal dan akhirnya nemu spot tersembunyi di bagian pinggir kapal untuk banyakan) dan sampailah kita di pelabuhan Merak after dark. Then we said goodbye, taking different buses, going to different places but hopefully we’re gonna meet again in the next trip! Au revoir!

p.s: it may be looks like a short story but it is actually a nice experience, you should try it!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: